Berita

Dishub Prediksi 281 Ribu Kendaraan Akan Memadati Kota Malang Saat Mudik Lebaran

MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah memprediksi berapa kendaraan masuk ke wilayah Kota Malang dan yang keluar Kota Malang saat momen mudik Lebaran 2025 nanti.

Berdasarkan prediksi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), terjadi penurunan pergerakan orang di momen Lebaran 2025 ini. Pada tahun 2024 lalu, setidaknya ada 193 juta orang dan di tahun 2025 ini diprediksi turun menjadi 146 juta orang.

Oleh sebab itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra juga memprediksi pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar Kota Malang turut terjadi penurunan di Lebaran 2025 ini.

Berdasarkan catatannya, untuk tahun 2024 lalu, setidaknya ada 287.453 kendaraan roda dua, roda empat dan besar masuk ke Kota Malang. Sedangkan, yang keluar sebanyak 275.653 kendaraan.

“Dikaitkan tahun 2025 ini, diprediksi ada penurunan pergerakan manusia. Perkiraan kami untuk tahun 2025 ini, yang masuk ke Kota Malang sebanyak 281.399 kendaraan dan yang keluar 269.865 kendaraan,” ujar Widjaja.

Penurunan mobilitas masyarakat di momen Lebaran 2025 ini, kata Widjaja, dikarenakan beberapa hal. Pertama, adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan perpanjangan cuti.

“Dimungkinkan, banyak yang mudik terlebih dahulu, termasuk ASN juga,” ungkapnya.

Kemudian, adanya pembatasan kendaraan besar pada momen Lebaran ini juga berlaku sejak tanggal 28 Maret hingga 8 April 2025 mendatang.

“Kendaraan besar tidak boleh bergerak, kecuali pengangkut sembako, BBM, pakan ternak dan lainnya. Ini sesuai surat keputusan,” katanya.

Dengan begitu, pihaknya Polresta Malang Kota terus berkoordinasi untuk memetakan titik rawan kepadatan kendaraan saat momen Lebaran 2025 nanti.

Untuk titik titik rawan kepadatan, diprediksi terjadi di sejumlah lokasi wilayah Kota Malang. Diantaranya, di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau mulai dari Exit Tol Singosari sampai Simpang MCC (pertigaan Jalan Ahmad Yani – Jalan L.A Sucipto) termasuk Jalan Soekarno – Hatta (Suhat).

Kemudian, di jalan tembusan yang mengarah ke Simpang 5 Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru dan di persimpangan Jembatan Tunggulmas. Selain itu, titik kepadatan lainnya, juga diprediksi terjadi di Simpang 3 Kacuk serta Exit Tol Madyopuro.

Kemudian, titik-titik kepadatan juga diperkirakan terjadi di dekat kawasan mal atau pusat perbelanjaan, seperti sekitaran Mal Olympic Garden (MOG), Ramayana, Malang Town Square (Matos) dan Pasar Besar.

“Termasuk juga di kawasan oleh-oleh yang berada di Jalan Tumenggung Suryo dan Jalan Semeru,” ucapnya.

Polresta Malang Kota, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, Kota Malang, Pemerintah Kota Malang, Pemkot Malang

Related Posts

1 of 1,871